Sabtu, 12 Oktober 2013

Sholat Duha

SHOLAT DHUHA MENURUT USTAD YUSUF MANSUR

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Berikut ini tausiah Ustad Yusuf Mansur melalui twitter. Semoga membawa kebaikan untuk kita semua. Jika ada kebaikan, silakan disebarkan agar menjadi amal jariyah untuk kita. Ilmu yang bermanfaat tidak akan pernah sirna dan insya Allah menjadi tabungan kebaikan kita kelak.

Ada yang tahu tidak kalau shalat dhuha itu HUTANG kita ke ALLAH SWT ?

Hutang 2 rakaat sehari. Yang kalau tidak dibayar, maka numpuk.

Loh Loh, kan sunnah?

Betul, shalat dhuha memang sunnah. Tapi sunnah muakkad.

Sunnah yang teramat penting. Yang kalau ditinggal, ya ada juga “resiko”-nya. Sunnah muakkad kalau ditinggal dalam waktu yang lama, tidak dijalankan dalam waktu yang lama, sangat negatif ke kualitas kehidupan dan rizqi.

Kenapa di sebut sebagai hutang?

Dalam 1 hari, sejak awal pagi, sampai pagi lagi, kita itu sesungguhnya harus sedekah tanpa putus. Tiap sendi kita dituntut sedekahnya.

Harus bayar? Ya iya lah.

Untuk oksigen tambahan aja, kita harus bayar, mahal banget. Nah, apalagi oksigen yang kita hirup, GRATIS 24 jam. Ternyata tidak benar GRATIS. Harus bayar. Dituntut sedekahnya. Belum lagi mata, dan panca indera lainnya.

Pokoknya harus bayar dan tidak bakalan terbayar. Siapa juga yang mampu bayar semua rizqi dan nikmat ALLAH SWT?

Sistem pernapasan yang lengkap, sistem pencernaan, sistem penglihatan, pendengaran, dan semua tubuh kita adalah keajaiban-Nya. Ini semua ALLAH SWT adakan sedekah atasnya. Kita saja yang merasa GRATIS. Bebas-bebas saja, tidak ada tanggung jawab, tidak ada beban, dan tidak ada kewajiban. Padahal tidak begitu.

Nyatanya tidak sedikit nikmat yang ALLAH SWT kurangi, bahkan ALLAH SWT cabut. Sebab di antaranya kita tidak atau kurang bersyukur. Terus persoalannya, kalau bayar, dari pagi sampai pagi, atas semua rizqi yang ALLAH SWT berikan, harus bayar berapa?

Tidak ada yang sanggup bayar dan ALLAH SWT maklum itu. Tidak bakalan ada yang bisa bayar atas semua rizqi dan nikmat-Nya. Karena itu ALLAH SWT cukupkan bayarannya dengan shalat dhuha. ALLAH SWT cukupkan kewajiban kita membayar kepada ALLAH SWT dengan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari.

Subhaanallaah, baik ya? Tukerannya Maha Ringan.

Ya. Harusnya Maha Ringan. Tidak ada bandingannya shalat 2 rakaat dengan kewajiban bayar 1 hari rizqi dan nikmat ALLAH SWT.

Dan itu sekaligus memberi pemahaman kepada kita, betapa besarnya shalat dhuha itu. Nilainya sebanding dengan seluruh bayaran ALLAH SWT atas makhluk-Nya. Begitulah shalat dhuha 2 rakaat menjadi bayaran kita kepada ALLAH SWT.

ALLAH SWT mencukupkan diri-Nya “dibayar” oleh kita, dengan tambahan shalat dhuha 2 rakaat di pagi hari. Luar biasa.

Tentunya, itu kalau syarat minimal terpenuhi juga. Yakni soal shalat 5 waktunya. Tertib, bagus, tepat waktu, jamaah di masjid. Artinya, kalau shalat dhuhanya baik, terus shalat fardhunya tidak baik, ya tentu “bayaran” itu akan kurang juga dan akan ada yang diambil oleh ALLAH SWT.

Seorang pengusaha tekstil cerita, bahwa tabungan 3 tahun hilang sekejap.

Mula-mula saya atas izin ALLAH SWT bertanya soal-soal ibadah yang wajib. Sahabat ini menjawab, yang wajib insya ALLAH dikerjakan. Meski bilang bolong dan berantakan.

Dari soal yang ibadah wajibnya berantakan, saya sudah memberikan sedikit catatan.

Soal kedua, setelah bertanya yang ibadah wajibnya bagaimana adalah bagaimana soal larangan ALLAH SWT? Apakah ada yang dilanggar? Beliau bilang tidak ada.

Oke, kalau tidak ada, mulailah masuk soal ketiga, soal ibadah sunnah. Bagaimana dengan ibadah sunnah?

Beliau sedih, hidupnya sejak jadi pedagang, jauh, sepi, dari ibadah sunnah. Termasuk shalat dhuha. Jika perdagangan jadi melalaikan kita dari ibadah yang wajib, juga yang sunnah, maka ini jadi masalah. Semestinya dagang jadi ibadah. Karena melalaikan yang wajib dan yang sunnah, maka tidak bisa lagi dagang disebut ibadah.

Ketika dia bilang, tidak lagi shalat dhuha, untuk jangka waktu panjang, saya jelaskan bahwa shalat dhuha itu hutang kita kepada ALLAH SWT. Setiap harinya hutangnya shalat 2 rakaat.

Saya katakan kepada beliau, hutang itu kan ada kalanya ditagih harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan ada juga yang sekaligus diambil. Pengusaha ini mengerti. Dia meninggalkan shalat dhuha begitu lama. Shalat Dhuha itu berarti rizqi. Maka rizqi itulah yang kini diambil kembali.

Logika kebalikannya adalah, bila ingin kembali rizqi, kembali saja melakukan shalat dhuha. 3 tahun dia menabung, tabungannya “ditarik” lagi.

Jangan lupa baca Surat Al Mulk dulu sebelum tidur. Kalau mau dikalikan 100x lipat pahala surat Al Mulk, bacalah di dalam shalat sunnah.

Maka dari itu, hafalkan Surat Al Mulk dan dibaca dalam shalat sunnah supaya pahalanya dikali 100. Oke, sekian dulu tausiahnya, semoga bermanfaat.

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar