Jumat, 13 Desember 2013

Galau

AKU SADAR

Aku sadar.. Bahwa terlalu merindukan kehadiranmu adalah suatu kesalahan bagiku

Aku sadar.. Bahwa Terlalu mencintaimu adalah suatu kesalahan besar bagiku

Aku sadar.. Bahwa Terlalu menginginkanmu adalah Suatu kesalahan yang Fatal bagiku

Dan Kini aku Sadar.. Bahwa Terlalu berharap padamu adalah suatu kesalahan yang besar bagiku..

Untuk mu Sekarang...
Jika engkau mencintai seseorang.. Maka Cintailah sekedarnya saja

jika engkau merindukan seseorang..
Maka Rindukanlah sekedarnya saja..

Janganlah Terlalu berharap
Janganlah terlalu menginginkan

karena :
Jika Suatu saat Nanti engkau kehilangannya.. engkau tidak akan terlalu berat untuk melepaskannya..

Cintailah seseorang dengan kesedrhanaan
Rindukanlah seseorang dengan kesederhanaan

Jika suatu saat nanti kehilangan..

Maka LEPASKANLAH DENGAN PENUH KEIKHLASAN

Jumat, 29 November 2013

PT.RFB

PT.RFB untuk Kantor Pusat Bandung, salah satu perusahaan Pialang Berjangka resmi yang teregulasi BAPPEBTI Kementerian Perdagangan, anggota Bursa Berjangka Jakarta, anggota Kliring Berjangka Indonesia.

Dibutuhkan profesional muda untuk MARKETING DEPARTMENT, dengan posisi:

1.Bisnis Consultant (BC)

Persyaratan umum:
1. Pendidikan minimal SMA/SMK
2. Pria/wanita usia maks 35 thn.
3. Berpenampilan menarik, komunikatif, dan punya relasi luas.
4. Dapat bekerja secara team maupun individu.
5. Memiliki motivasi tinggi dan memiliki dedikasi kerja yang baik

Deskripsi Pekerjaan:
- Mengatur data-data calon client.
- Memberikan informasi tentang produk-produknya kepada calon client.
- Melakukan perjanjian bertemu dengan client untuk mengadakan presentasi atau edukasi tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
- Membina hubungan yang baik dengan para nasabah.

Fasilitas:
1. Training gratis tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sesuai dan peraturan BAPPEBTI.
2. Ruang Kerja ber AC
3. Basic Allowance, Komisi dan Bonus.
4. Jenjang karir.
5. Telepon, internet, kendaraan operational utk appointment.

== GRATIS, tidak dipungut biaya!

Bawa lamaran langsung (Walk In Interview) ke:
Jl. Asia Afrika no.141 - 149,Wisma Bumi Putra
lt.3 suite 303 - 306 Bandung
up : Gunawan hadi
phone : 089695321543

Senin, 14 Oktober 2013

FALSAFAH 5 JARI

FALSAFAH 5 JARI

1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking?).

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan, dll).

Sahabat Hikmat, Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua ?

Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.
Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.

Dialog Rasulullah dengan Pemuda Mengenai Dunia dan Akhirat.

Dialog Rasulullah dengan Pemuda Mengenai Dunia dan Akhirat.

Diceritakan oleh Jabir bin Abdullah, ketika ia bersama Rasulullah Saw, datanglah seorang pria yang berwajah tampan putih bersih,
rambutnya hitam indah, pakaiannya serba putih. Ia memberi salam dan langsung bertanya mengenai dunia. Kemudian Rasulullah Saw. Menjawab, “Dunia itu mimpi didalam tidur.” Lalu orang itu bertanya kembali, “lalu, apakah akhirat itu? “ jawab nabi “Segolongan ke surga segolongan lagi keneraka Sa’ir.” Pria itu kembali bertanya, “lalu, apakah surga itu?.” “Surga merupakan imbalan bagi orang yang berani membiarkan dirinya tidak hanyut dengan mencintai dunia, sebab surga harus dibayar seharga dengan membiarkan dunia,” jawab Nabi Saw. Lalu apakah neraka itu?” tanya pria
itu.

“Sebagai imbalan bagi mereka yang memburu dunia,” jawab Nabi Saw. Kemudian pria itu bertanya lagi, “lalu amal apakah yang terbaik bagi umatmu?” “yaitu orang yang taat beribadah kepada Allah Swt,” jawab Nabi Saw. “sampai sejauh manakah orang dapat
disebut beramal taat?” tanya pria itu. “itulah orang yang bersungguh- sungguh dalam usahanya, seperti orang yang sedang mencari sesuatu” jawab Nabi Saw “Berapakah ketentuannya? Dan
berapa masa antara dunia dan akhirat?” “Ya hanya sekejab saja,” jawab Nabi Saw.

Setelah kepergian pria itu, Jabir bertanya kepada Rasululah Saw, dan langsung dijawab oleh beliau, “Pria itu adalah Malaikat Jibril As, kedatangannya sengaja mendidik kalian agar suka bersuhud dan mencintai kehidupan akhirat”

Subhanallah

SHALAT ADALAH PINTU KITA MENUJU ALLAH

SHALAT ADALAH PINTU KITA MENUJU ALLAH

Banyak diantara kita yang shalatnya, ya cuma sekedar kewajiban saja. Habis itu selesai. Padahal enggak. Shalat itu kebutuhan. Karena Shalat adalah pintu kita menuju Allah. Baik itu pintu rahmat-Nya, pintu karunia-Nya, pintu kasih sayang-Nya, pintu hidayah-Nya, dan pintu surga-Nya di yaumil akhir. Semua berawal dari shalat. Baik buruknya kita, tergantung shalat kita. Kalau shalatnya bagus, bagus juga kehidupannya. Dan sebaliknya. Keburukan kita bisa dilihat dari buruknya shalat kita sendiri. Semakin kita tahu artinya, semakin khusyuk juga shalatnya, sehingga Allah semakin dekat dengan kita. InsyaAllah.

Allahu akbar, kabiraw-wal-hamdulillahi katsiraw-wa subhanallahi bukrataw-wa-ashiila /Allah Maha Besar, dengan sebesar-besarnya,segala puji bagi Allah, dengan sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang

Wajjahtu wajhiya lil-ladzi fatharas-samaawaati wal-ardha haniifa muslimaan, wa maa ana minal-musyrikiin / Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus dan berserah diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik

Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi rabbil-alamiin / Sungguh, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, kuserahkan kepada Allah, Tuhan Semesta Alam.
Laa syariika lahuu wa bidzalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin /Tidak ada sekutu bagi-Nya, itulah yang diperintahkan-Nyakepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri.

Semoga Shalat yang kita kerjakan menjadi penolong kita di akhirat kelak. Aamiin...

cIRI-CIRI ORANG YANG SHOLATNYA KHUSYU'

cIRI-CIRI ORANG YANG SHOLATNYA KHUSYU'

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun)

Rasulullah SAW bersabda : Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani)

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya.

Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:..

1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.

2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.

3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.

4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.

5. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.

6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rasulullah.

7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriya'an yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut riya'.

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.Semoga kita dapat meningkatkan kualitas sholat kita ...

# Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Sunanah "

Sunnah-Sunnah Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat Idul Adha

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘alaa Rasulillah. Berikut adalah panduan ringkas Tuntunan Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat Idul Adha sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kita dapat mengamalkannya.

Pertama : Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat. Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasamandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.”[Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad , 1/425].

Kedua : Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik. Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam biasakeluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.”[Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad , 1/425.]

Ketiga : Tidak makan sebelum sholat Iedul Adha. Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkatshalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.”[HR. Ahmad 5/352.Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan]

Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘ied.[Lihat Shahih Fiqh Sunnah , 1/602.]

Keempat : Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied. Dalam suatu riwayat disebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasakeluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.”[Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171.]

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).”[Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/279). Hadits ini hasan. Lihat Al Irwa’ (3/123)]

Kelima : Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat shalat ‘ied. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman. Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “ Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya .”[HR. Bukhari no. 977.]

Keenam : Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda. Dari Jabir, beliau mengatakan, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. “[HR. Bukhari no. 986.]

Ketujuh : Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dantidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat. Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan, “ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang. “[HR. Ibnu Majah no. 1295.]